Day 1 - Dipanggil Pendidikan di Sendik BRI Padang Untuk Yang Kedua Kalinya

Kamis, 1 November 2018 - Ya, hari ini saya terpanggil pendidikan untuk yang kedua kalinya. Saya juga heran di detik-detik rencana saya mau berhenti dari BRI, kantor cabang malah mengikutsertakan nama saya di dalam peserta pendidikan 12 hari. Yaa.. 12 hari, tidak tanggung-tanggung lamanya. (baca juga artikel sebelumnya : Papa Masuk Rumah Sakit  )

suasana kelas di hari pertama pendidikan
Sedikit curhat dalam tulisan ini, saya akan berencana resign, ikut tes pns, dan mengambil uang cuti. Tetapi saya hanya bisa berencana saja, banyak hal-hal yang tidak terduga terjadi diantara susunan cerita brilian yang tadinya akan saya kira berhasil, tetapi sia-saja. Beginilah sedikit cerita rencana saya.

Hari senin, tgl 29 oktober 2018 saya mengajukan cuti, untuk tgl 7,8,9 November 2018, selain ambil uang cuti, tentu tujuannya saya ingin mengikuti tes PNS pada tgl 9 November di kampus UNP Kota Padang. Btw, di postingan sebelumnya saya juga sempat bilang akan mengajukan cuti, tetapi tidak jadi, ya karena sesuatu dan lain hal.. dan sekarang inilah alasan saya untuk mengajukan cuti, yuk simak : Di kantor, saya dan nadia ikut tes PNS, ya awalnya kami senang karena jadwal kami tidak berbenturan, tentu jika berbenturan malah bisa jadi repot, tidak mungkin CS keduanya libur dalam satu unit? Tentu hal yang janggal bukan? Malah nanti bisa jadi masalah baru lagi.

masih di kamar yang sama 
Nah, jadwal kami beda hari, saya tgl 9 November, Nadia tgl 1 November. Ya cukup adil. Tepat tgl 29 Oktober 2018 saya mengajukan cuti. Nah cuti sudah saya ajukan, dan sudah di meja kepala unit, saya juga tidak tau apakah akan disetujui atau tidak, hahaha, yang jelas ajukan saja dulu, jika tidak disetujui yaa terpaksa harus pakai sedikit “trik klasik” meliburkan diri dengan alasan sakit, tentu, sangat penting bagi saya untuk mengikuti tes PNS ini karena menyangkut separuh hidup dan masa depan saya.

Nah, senin sudah di ajukan, sekarang kita bicara di hari selasa, yaa selasa tanggal 30 Oktober. Tidak ada yang spesial di hari itu, saya biasa saja, begitupun juga suasana kantor, adem ayem seperti biasanya, cuman agak sedikit rame juga karena banyak nasabah berebut mengganti kartunya dengan ATM berchip. Ya, bukan rahasia lagi ada sedikit yang mengganjal di dalam pikiran saya, apalagi kalau bukan tentang cuti yang saya ajukan kemarin. Saya cek di pengajuan cuti (via aplikasi), cuti saya masih pending di putusan kepala unit saya. Entah apa dasar beliau tidak mengizinkan saya cuti, saya juga tidak tau. Memang sih, sedikit terlihat di raut wajahnya saat saya mengajukan cuti di pagi kemarin, agak sedikit timbul kerutan di keningnya.. hehe, tapi sih saya maklum saya tidak terlalu menaruh kecurigaan tinggi, toh beliau orangnya memang seperti itu hanya kepada saya. Ke nadia, atau rika manis2 saja, tapi kepada saya, bawaanya sering ketus, hahaha, saya juga tidak tau, apa mungkin karena saya terlalu penurut kali yaa?? ahaahaa, saya juga tidak tau.
hari pertama saat masuk kelas
Ok, ok, kembali ke case tadi, saya masih bingung kenapa cuti saya tidak di acc, bahkan sampai terakhir saya cek jam 2 sore cuti saya masih pending, di atasan saya. Udah dua hari saja masih di atasan, entah berapa lama lagi akan sampai di menejer (atasnya atasan), spo (sdm), dan pinca (pimpinan cabang). Sedikit catatan ya, untuk pengajuan cuti di BRI, harus ada empat tahapan, acc atasan (dalam hal ini kepala unit), acc AMBM (asisten manajer, atasannya kaunit), acc spo (bagain sdm), lalu terakhir kemudian pinca, baru setelah semuanya disetuju, uang tunjangan cuti akan masuk sekitar 3,5 juta. Ya cukup banyak uang segitu bagi saya.

Sudah jam 4 sore, saya masih menunggu dengan galau kelabu, tentang masalah cuti yang entah kapan akan disetujui, .
.
.
.
eh… waitt.. adzan magrib… saya harus solat dulu, nanti saya sambung lagi nulisnya….

.
.
.
Oke, sudah selesai sholat, yuk kita sambung lagi nulisnya… sampai dimana tadi? Eh iya cuti…. sudah jam 4 sore, saya masih menunggu dengan galau kelabu, tentang masalah cuti yang entah kapan akan disetujui, tiba-tiba dapat telfon dari kantor cabang yakni saya dan nadia akan pendidikan 12 hari di padang, dari tanggal 1 s.d tanggal 12 november..!!! Daarrr saya dan nadia bagai disambar petir di sore bolong (karena saat itu sore), dan pusing tujuh keliling lingkaran dengan diameter 1:0 cm… bukan main pusingnya.. haha lebai juga ya nulisnya, gak segitu juga kali hehe..
sedang istirahat siang
Setelah diskusi dengan bang nopi (supervisor) dan kepala unit, tidak mungkin saya dan nadia harus pergi pendidikan langsung bersamaan, karena besok tanggal 1 pasti pensiunan rame datang untuk mengambil gaji, ya siapa yang akan melayani jika bukan CS yang serba bisa ini??

Ya, setelah melakukan perdebatan sengit dengan nadia, akhirnya nadia yang akan pergi pendidikan. Nah, tentu akan muncul lagi masalah baru yaitu memikirkan tips dan trik untuk “kabur” saat pendidikan demi mengikuti ujian, karena nadia masuk pendidikan tanggal 1, dan ujian juga tanggal 1 november, jadi sedikit tidak mungkin kabur pada hari pertama di saat pendidikan. Ya, tapi dengan kerasnya hati, pasti bisa terlaksana pada hari itu, karena mau tidak mau, suka tidak suka, harus tetap mengikuti ujian. Dan sebelum pulang, setelah pasti nadia yang pergi pendikan, tentu tidak mungkin cuti saya akan di acc, karna tgl 7-9 November nadia masih menjalani pendidikan. Tapi saya tidak patah arah, selalu ada jalan selagi masih bisa berjalan. Saya bilang kepada pak kepala, kalau saya ingin mengambil uang cutinya saja, tidak usah ambil hari, dan tentu kepala sangat senang asalkan anggotanya tidak libur, dan langsung disetujui. Hmmm dasar,

Sekarang hari Rabu tgl 31 oktober, tepat saat nadia berangkat sehari sebelum mulainya pendidikan, karena perjalanan dinas mulai dihitung sehari sebelum mulainya pendidikan. Tinggallah saya dengan sekelumit pekerjaan di akhir bulan, karena pada akhir bulan di BRI pekerjaan memang akan sedikit berlebih jika menuju tutup buku di tanggal 31.

Mulailah saya melayani nasabah dari pagi sampai sore dengan gaya tunggal. Tidak terlalu keder sih, toh saya juga udah terbiasa CS sendiri saat di hiang, yaaa, jadinya biasa aja.. selow aja kali, namun sekarang sudah hari rabu, saya masih juga sedikit memikirkan cuti saya kok belum di acc ya?? padahal saya ajukan sejak hari senin?? ah biar sajalah, toh hari masih lama, mudah2an disetujui sebelum tanggal 9 november, sehingga saya ke Padang juga ada sedikit uang berlebih hehee..

Tililit… tililit…..
Tililit… tililit…..
Tililit… tililit…..

Bunyi suara telfon yang sudah sangat akrab itu berbunyi lagi, lalu di angkat sama bang nopi, sepertinya serius, sedang mendengarkan instruksi, dan selesai, ditutup.

Kalian tau? Ternyata itu telfon dari kantor cabang yang mengatakan jika setiap nama yang di ajukan untuk pendidikan di Padang, wajib ikut dan tidak boleh tidak. Whattt?? haduuuhhh… masalah cuti belum selesai, malah ada masalah baru lagi. Mendengar itu, otak saya langsung berpikir mencari game plan baru, merombak skuad, mengatur strategi lagi, bagaimana caranya agar bisa permainan berjalan sesuai game plan awal. Haduhh.. mana saat itu akhir bulan, dan saat itu juga saya juga disuruh langsung membuat SPJ. Halaaah… eh iya lupa, kalian tau telfonnya jam berapa? Jam 4 sore, wadaww.. bisa kalian bayangkan betapa rempongnya saya saat itu.
dapat lagi kamar 22, sama saat pendidikan pertama
Dengan jurus seribu dua belas bayangan akhirnya saya pulang kerumah, dan langsung mempuruk purukkan baju kedalam tas, dan berangkat dengan mobil yang dicari sama bang nopi. Jam 19.42 mobil datang menjemput, dan drama tidak berakhir disitu, saya mengira bang nopi memesan mobil travel yang biasa saya naiki seperti avanza, atau apv, dan ini yang muncul di depan saya adalah mobil minibus yang sudah tua… haduhhhh.. pasti bakalan muntahh cetuk saya dalam hati. Ya, benar saja, sampai di lubuk selasih sekitar jam setengah empat subuh, 2 kantong asoy terisi sudah bersama muntahan yang baunya?? hmm kalian taulah ya gimana baunya, tidak usah saya jelaskan…
jam setengah 4 subuh, lelah setelah sampai dari sungai penuh
Dan akhirnya disinilah saya tanggal 1 November saya bersama Fiki, Nadia, Ratna, Widia, Riska, Bang Tata, dan Bang Hendra, adalah utusan cabang sungai penuh untuk pendidikan di sendik BRI Padang. Saya sekamar berdua bersama fiki, dan hari pertama, ya taulah gimana, agak kaku, ketemu teman-teman baru lagi, mendegar pemateri memberikan arahan, dan begitulah saya masih sangat capek dan lemas karena muntah tadi malam dan paginya langsung ikut pendidikan,.. Ini saya bagikan sedikit foto-foto di hari pertama.

Jangan ketinggalan cerita selanjutnya : Day 2 - Ketemu Teman Lama Saat Kuliah Ketika Pendidikan di Sendik BRI

Belum ada Komentar untuk "Day 1 - Dipanggil Pendidikan di Sendik BRI Padang Untuk Yang Kedua Kalinya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel