Day 3 - Ternyata Pak Adi Bisa "Menghipnotis"

Sabtu, 3 November 2018 - Pagi ini cuaca cuaca cukup cerah, seperti nama harinya, yaitu sabtu. bisa di rasakan aura pagi ini sangat luar biasa, mungkin karena semalam hujan sampai tengah malam dan efeknya udara agak lembab menjadi teman pagi mengawali sarapan. rasanya agak kepagian Saya datang ke ruangan ini restorasi, hanya bebeeapa orang yang baru sarapan, termasuk saya. (baca juga artikel sebelumnya : Day 2 - Ketemu Teman Lama Saat Kuliah Ketika Pendidikan di Sendik BRI  )
suasana pagi ini, agak sedikit lembab
Biasanya saya masuk melalui pintu kanan, baru kali ini saya masuk dari pintu kiri. Jadwal untuk hari ini biasanya di tempel di pintu kanan, jadi saya masuk ke ruangan restorasi saya tidak langsung ambil sarapan, melainkan pergi dulu melihat jadwal, penasaran saja siapa instruktur yang akan mengajar hari ini, dan yang pasti jam berapa selesainya kegiatan ini, secara sekarang adalah hari Sabtu. Perlahan saya mendekati papan informasi yang akhirnya cukup menyeringatkan kening karena hari ini tetap full sampai jam 6 sore. Luar biasa..!!! Tapi ya tidak apa, toh masih dengan instruktur yang sama, pak adi supranatural, eh, bukan pak adi supratman maksudnya hehee.. saya senang di kelas beliau, penyampaian nya gak terlalu berat, ringan dan santai.
makan dulu, isi perut
beralih ke hidangan, saya isi perut dulu, menu pagi ini cukup bersahabat dengan selera saya. satu telur dan banyak kerupuk menemani sarapan lontong saya pagi ini, hehee... lebai juga ya, menggambarkan sarapan pagi ini. tidak terasa jam sudah menunjukkan hampir pukul delapan, ya semua peserta pendidikan di ruangan restorasi mulai beranjak menuju ruangan masing-masing untuk mulai kegiatan pagi ini.

tepat jam 07.55 saya sampai di ruangan mawar, masih sama dengan ruangan kemarin.. saya malas untuk masuk ke ruangan, jadi lebih memilih santai duduk di depan ruangan kelas sambil duduk menunggu instruktur masuk ruangan. Jam 08.10 baru pak adi mulai masuk ke ruangan, dan mulai memberikan materi pendidikan hari ini.

tidak jauh beda dengan kemarin, pak adi membawakan kelas dengan agak konyol dan santai.. tapi, ada hal yang menyita perhatian hampir seluruh peserta pendidikan di kelas ini, pak Adi ternyata bisa menghipnotis..

Ya hipnotis..!!! Luar biasa bukan, hehe.. saya awalnya juga ingin jadi relawan untuk di hipnotis, hehe tetapi malas aja, saya tidak mau terlalu larut di depan orang banyak. peserta pertama adalah ii, ii menjadi relawan buat di hipnoterapi pagi ini, tetapi ii tidak berhasil di hipnotis, karena sepertinya dirinya sendiri tidak ingin di hipnotis, jadi secara tidak langsung alam sadarnya ii menolak untuk di hipnotis. hehee.. yaa.gagal percobaan pertama. saya baru tau juga, ternyata jika kita tidak mengizinkan seseorang tersebut masuk ke dalam diri kita, orang tersebut tidak akan mampu mempengaruhi kita.

setelah tidak berhasil ii, pak adi melanjutkan materi lagi. Dan sepertinya beliau berhasil menangkap kecurigaan kami terhadap hipnotis yang baru beliau praktik kan tadi, beliau mengulanginya sekali lagi.
nuna menangis saat di hipnotis
Nuna bersedia menjadi relawan kedua. Pak Adi memberikan sugesti kepada Nuna untuk membayangkan tempat yang sangat dia senangi, yaa, Nuna membayangkan saat kenangannya pergi umrah bersama keluarga. Dalam tidurnya, Nuna menangis haru, sepertinya ia memang tersentuh hatinya saat ia mengigat perjalanannya saat mengunjungi kota suci Mekah. Saya juga sempat terharu melihat ini.

Dan, kita lanjut lagi ke materi, bla, bla, bla, bla, bla.
Nah, rehat lagi…. kali ini pak adi memberikan kami sugesti kepada kami seluruh peserta untuk merasakan bahwa ada lem yang menempel di kursi sehingga bokong lengket sama kursi dan tidak ada bisa yang berdiri. Kemudian setelah itu beliau meminta kami berdiri, semuanya berdiri kecuali Fiki, tiba-tiba

“Tidur….”, kata pak adi yang membuat saya cukup terkejut.

Dan Fiki pun tertidur, haha.. Iya, kali ini Fiki teman sekamar saya yang tersugesti dengan hipnotis Pak Adi, ada rasa bercampur cemas melihat Fiki tiba-tiba tertidur di kursinya, maklum saya baru kali ini melihat proses hipnotis secara langsung, biasanya hanya melihat di dalam tv saja ckckckc, tapi saya berusaha fokus melihat pak Adi memberikan sugesti kepada Fiki
fiki, teman sekamar saya pun juga kenak
“Fiki, dengarkan saya, setiap fiki melihat perempuan ketawa, entah kenapa tiba-tiba kepala mereka berubah menjadi bebek dan itu sangat lucu sekali.. pokoknya jadi lucu saja…”

Sekitar 3 kali pak adi mengulangi sugesti tersebut kepada fiki, sebelum akhirnya membangunkan fiki, dan benar saja, setiap kali fiki melihat perempuan tertawa, dia tertawa terbahak-bahak.. hehehee… saya juga heran kenapa itu bisa terjadi, memang menjadi pengalaman yang menyenangkan hari ini. Dan ketika pak adi memberikan arahan kepada fiki semuanya jadi kembali normal, dan dia seperti memang tak mengetahui apa yang terjadi sebelumnya.

Teng…. jarum pendek jam di depan saya sudah mengarah ke angka 5, dan waktunya pulang. Kami bisa pulang lebih cepat, karena kami melewati sesi coffe dan kami bisa keluar lebih awal. Sebelum pulang, kami sekelas menikmati hidangan “break” yang seharusnya kami nikmati tadi, termasuk pak Adi. Eh, tiba ii yang masih penasaran dan ingin di hipnotis lagi. Ternyata dia masih penasaran kenapa dia tadi gagal di hipnotis.
ii mau coba lagi, setelah tadi pagi gagal
Sepertinya pak adi juga bersedia memenuhi rasa penasaran ii, dan benar saja, ii berhasil di hipnotis dan tertidur di atas kursi yang ia duduki. Tidak jauh beda seperti nuna, ii mengeluarkan air mata ketika di hipnotis, sepertinya wanita memang menyimpan sedikit kepedihan di hati mereka, yang kadang memang tidak bisa di ungkap lewat kata.

Sampai disini dulu, besok di sambung lagi, ni ada foto suasana sendik pagi ini, dibuang sayang...
susana jalan ke ruangan restorasi

taman di depan asrama 1

asrama 2 yang katanya sedikit. . . . . *tebak aja sendiri


Jangan ketinggalan cerita selanjutnya : Day 4 - Gak Nyangka Dapat Nilai Terbaik Saat Ujian

Belum ada Komentar untuk "Day 3 - Ternyata Pak Adi Bisa "Menghipnotis""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel