Day 7 - Mengenal Lebih Dalam Cara Proses Pinjaman di BRI

Kamis, 08 November 2018 - Kembali masih di ruangan yang sama, di ruangan lab komputer. Pagi ini saya dan teman-teman melanjutkan ujian dan alhamdulillah nilai saya dapat 80, terendah di hari-hari sebelumnya hehee. Soal yang keluar memang di luar prediksi, banyak tentang nota pembukuan, dan saya memang tidak membaca materi ini semalam, dan alhasil nilai juga dapat ala kadarnya serta juga menjadi nilai terendah yang saya dapat selama ujian. (baca juga artikel sebelumnya :Day 6 - Belajar Buat Rekening Tabungan, Deposito, dan Giro di Bank BRI  )
belajar di labor, ngantuknya bukan main

Setelah selesai ujian, kami masih berlanjut di kelas ini dengan pak Hendra, dan membahas tentang LAS (Loan Approval System) dimana ini adalah sebuah portal berbasis web di bank BRI untuk memproses pengajuan pinjaman. Mulai dari CS, Mantri, Ka Unit, dan Pinca pun memutus pinjaman melalui portal ini. Karena itulah alasan kami berada disini, di ruangan lab untuk praktik simulasi penggunan Loan Approval System (LAS). Sebenarnya sih, kami semua sudah tau cara penggunaan LAS hehe, sudah sangat tahu malahan, seperti yang saya bilang kemarin, kami disini semuanya rata-rata sudah lebih 1 tahun menjadi CS BRI, bahkan sekarang LAS sudah tidak digunakan lagi hehee, malah sudah beralih ke BRISPOT (BRI Sistem Pinjaman Online Terpadu).

Dari pada artikel saya kali ini kosong, mari saya sedikit cerita tentang gambaran umum pemrosesan pinjaman di bank BRI ketika menggunakan LAS. Menurut saya pribadi sih, sebenarnya LAS tidak jauh beda dengan BRISPOT cuman medianya saja berbeda, jika LAS bisa digunakan melalui web dan tentu saja wajib memakai PC di jaringan intranet BRI, sementara BRISPOT bisa menggunakan handpone dan jaringannya bisa menggunakan jaringan Telkomsel. Hehe, sebenarna fungsinya sama saja cuman medianya saja yang berbeda, dan saya juga sedikit heran manajemen terlalu mengelu-elukan BRISPOT, padahal sih menurut saya ‘biasa aja’, hehe ini sih opini pribadi yaa.
jadwal kegiatan hari ini
Oke, back to LAS. Ketika nasabah ingin mengajukan pinjaman, maka Mantri (panggilan untuk tenaga marketing khusus pinjaman di BRI) melakukan olah data di dalam LAS. Mulai dari identitas nasabah, sektor usaha, laba rugi, dan hal-hal terkait tentang data pinjman nasabah yang ingin di ajukan. Setelah mantri selesai mengolah data nasabah, maka mantri mengirimkan data nasabah tadi kepada Costumer Service, dan itu adalah saya sendiri hehee…

Nah, ketika saya menerima berkas (berkas fisik dan kertas2) pinjaman dari mantri, berkas tersebut langsung di daftarkan di buku SKPP (saya lupa kepanjangannya apa) hehee.. setelah di tulis di SKPP, baru lah saya membuka portal LAS menggunakan user CS. Disana, tugas CS mengcross cek kembali data pinjaman yang di input mantri tadi, apakah nama nasabah sesuai dengan KTP nya yang ada di berkas, no NIK, nama ibu kandung, no surat keterangan usaha, bahkan sampai data agunan pun saya cek secara manual, nah jika ada perbedaan data (data yang di input mantri salah) saya bisa mengembalikan lagi data nasabah tsb ke mantri yang bersangkutan. Akan tetapi jika data nasabah nya cocok, dan sesuai, saya bisa meneruskan data permohonan pinjaman nasabah ini ke atasan saya sesuai dengan nominal pinjaman yang diajukan nasabah.

Jadi buat kalian yang masih berpikir jika jadi CS BRI itu santai, dan enak2, kerjanya hanya pelayanan nasabah, buat rekening, ganti ATM, cetak buku, haha, kalian salah besar, CS BRI apalagi yang di unit, itu kerjanya luar biasa. Luar biasa banyak. Mungkin nanti jika ada waktu luang saya buatkan artikel, tentang gambaran kerja cs BRI. Hahaa…

Balik ke LAS lagi, nah jika data pinjaman sesuai, maka tugas saya sebagai costumer service, meneruskan data permohonan ini ke pihak yang berwenang sesuai fiatnya.

Pinjaman 5 s.d 50 juta : hanya perlu putusan Ka Unit saja.
Pinjaman > 50 - 100 juta : putusan Kaunit dan AMBM (asisten manajer bagian mikro)
Pinjaman >100 - 200 juta : putusan Kaunit, AMBM, dan Pimpinan Cabang (Pinca)

Jadi ketika saya mengirim data permohonan pinjaman tersebut, saya bisa mengirim ke kaunit saja, kaunit dan ambm, atau sampai ketiganya tergantung seberapa besar plafond pinjaman tersebut. Disini sudah bisa saya rasakan kelemahan LAS, jika saya salah centang, bisa saja pinjaman 50 juta terkirim ke putusan pinca, ujung2nya siapa yang dimarahi, ya CSnya lah.. hehee… seharusnya LAS sudah bisa memilih sendiri kemana pinjaman ini akan di teruskan, toh plafondnya sudah jelas nilainya… nah ini malah saya teruskan manual. Hehee, keingat juga waktu dulu, untuk meneruskan pinjaman ini, bukan main hati2nya saya, salah2 klik bisa berabe hahaha..

Nah, jika pinjaman sudah di approve di akun pemutusnya, baru lah pinjaman ini bisa dicairkan. Begitulah, kira-kira gambaran LAS di sistem BRI.

Mulai dari Maret 2018, LAS berangsur di tinggalkan, BRI beralih ke BRISPOT (Sistem Pinjaman Online Terpadu), dimana langkah yang digunakan memang lebih sedikit sih, mantri pun bisa lebih cepat kerjanya, tapi secara fungsi masih sama saja. Yang terasa perbedaanya jika menggunakan BRISPOT pengolahan pinjaman bisa jadi lebih cepat dibanding LAS.

Eh, udah keluar jalur ya… oke balik lagi ke ruangan tadi, nah mumpung materi kami tentang LAS, dan LAS sudah tidak digunakan, jadi pak Hendra (instruktur hari ini) hanya cerita2 saja di kelas, lebih ke sharing studi kasus yang pernah kami alami di unit masing-masing, untung pak hendranya gak terlalu tegang, humoris juga, jadi suasana kelas gak bikin ngantuk. Hehee.. udah dulu, yaaa… besok saya akan tes PNS, gak tau juga hasilnya akan gimana, klu lulus alhamdulilah, klu gak yaaa tak papa toh….

Jangan ketinggalan cerita selanjutnya :  Day 8 - Pengalaman Ikut Tes CPNS 2019 Saat Masih Pendidikan di BRI (bagian 1)

Belum ada Komentar untuk "Day 7 - Mengenal Lebih Dalam Cara Proses Pinjaman di BRI"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel