Day 8 - Pengalaman Ikut Tes CPNS 2018 Saat Masih Pendidikan di BRI (bagian 1)

Jumat, 09 november 2018 - Hari ini adalah hari yang saya tunggu sejak kemarin, ya, apalagi kalau bukan saya mengikuti tes cpns. Sejak pagi saya sudah cemas, entah gimana caranya nanti untuk keluar pendidikan, yaa.. karena hari ini saya masih jadwal pendidikan di sendik BRI Padang. (baca juga artikel sebelumnya : Day 7 - Mengenal Lebih Dalam Cara Proses Pinjaman di BRI )
kartu tes CPNS, nanti ceritanya ada di part 2
Pagi ini diawali dengan ujian tentang materi brinet, dan pelaksanaan ujian kali ini agak terasa kurang tegang, karena pengawasnya cukup santai, jadi saya dan teman-teman juga tidak merasa terlalu tegang. Setelah ujian dimulai, saya langsung mengerjakan dengan tenang dan meminta sedikit bantuan kepada teman-teman di samping, dan alhamdulilah masih diberi nilai 88, hehe padahal saya sudah menyangka bakal betul semua, eh tapi masih ada yang salah juga, nggak tau juga sih salahnya dimana.

Setelah ujian selesai, kami (saya dan rombongan) melanjutkan perjalanan ke gedung 1, ya maksudnya kami akan pindah kelas, karena tidak akan pelajaran praktik lagi melainkan kami akan masuk “beauty class”.

Ya, benar saja, jam menunjukkan pukul setengah 10, ketika kami sampai di kelas kecantikan. Seperti yang diduga, beauty class mungkin teman sudah bisa menebak sendiri, apa yang akan dipelajari tidak jauh tentang cara merawat wajah, tangan, perawatan kulit, rambut, dll. Ya otomatis lah ya, saya jadi agak kagok masuk kelas ini, saya yang notabene orang nya yang agak sedikit dalam tanda kutip ‘begajulan’ hahaha, malah ikut kelas yang dimana seorang banker harus punya tata krama, penampilan, dan etiket yang bagus.

Ketika saya akan memasuki kelas, ternyata instruktur nya sudah datang dan menunggu di dalam kelas, dan di meja pun sudah di siapkan cermin untuk masing-masing peserta pendidikan.

Kali ini Duta Bangsa adalah vendor atau (apalah namanya itu) yang akan memberikan materi kepada kami. Trainer nya ada 3 orang, yang pertama adalah ibu Sintiya. Ibu sintiya sudah sangat tua, eh bukan sangat ya, tapi sudah bisa di bilang tua. Saya perhatikan punggung tangannya sudah mulai berkerut tanda sudah dimakan usia, tetapi gaya pakaiannya, make up, dan suara masih terlihat sangat muda. Sebelum masuk ke materi beliau juga cerita tentang pengalamanya saat bertemu pejabat, istri bupati, istri gubernur, dan bahkan pejabat negara sekalipun. Saya sih tidak peduli juga mau percaya atau enggak terhadap cerita beliau, tapi sih kayak2 nya iya, hehee… sempat kagum juga, tenyata beliau juga mantan model sih katanya, dan juga sudah keliling2 Indonesia untuk memberi pelatihan ke seluruh Indonesia. Wah panjang juga ya tentang ibu sintiya, sekarang kita pindah dulu ke karyawan yang kedua.

Karyawan kedua ini bernama Joko. Dari pengamatan saya, pak Joko ini sebagai asisten ibuk sintiya, walaupun gak ada penjelasan sih dari mereka. Pak joko bertugas untuk memberi materi kecantikan khusus yang cowo, eh kok kecantikan ya, materi kegantingan kali hahaaa. Dalam perkenalanya beliau katanya mantan pramugari dan sekarang sudah berhenti beralih menjadi konsultan kecantikan, dan umurnya katanya sih udah 37 tahun, tapi saya rasa cukup tua untuk ukurannya, awalnya saya mengira dia sekitar 32,33 hehee.

Dan karyawan berikutnya, saya lupa namanya, oke kita sebut saja anggi, hehe.. anggi adalah asisten ibu sintiya untuk make up yang wanita. Maaf saya tidak bisa menulis tentang anggi karena saya tidak terlalu kenal dengannya, apalagi tadi saat di kelas, dia hanya mojok di belakang dan diam, jadi yaaa tidak bisa banyak saya ceritakan.

Ya intinya, di kelas ada 3 orang trainer, yang pertama ibu sintiya, pak joko, dan terakhir kakak2 yang (mungkin) bernama anggi.

Kelas dimulai dengan perkenalan tentang trainer, hmm memang biasa orang tua pada umumnya, sering lebih menceritakan keluarga, anak, dan hal yang berkaitan dengan keluarganya, seperti itu gambaran saya terhadap ibuk sintiya. Dan setelah perkenalan, seperti biasa langsung masuk ke materi di slide power point, menjelaskan tentang bagaimana cara bersikap, cara berbicara, cara duduk, berdiri, bahkan mau berdiri dari duduk pun harus ada tata kramanya. Haahaha saya jadi agak bingung sendiri, kenapa jadi serumit ini, semua ada caranya. Juga sempat kepikiran sih, siapa coba yang menciptakan tata cara serumit ini, hmm siapapun itu, pasti semuanya diperhtungkan dengan detail dan pas. Hahaa

Setelah materi selesai, kami lanjut ke praktik, yang cewek praktik make-up, dan kami para cowok praktik cara merawat wajah memakai cairan pembersih, alkohol dan semacamnya hmmm.. (dalam hati saya terheran-heran, emang gak pernah sih, selama ini wajah dikasih talk doang, dan sabun biasa hahaha). Praktik bersih-bersih wajah selesai, dilanjutkan dengan pemasangan dasi, diakhiri dengan cara pakai pommmed.. hehee.. tepat jam 12 sebelum jumat, sesi beauty class berakhir, dan yang laki-laki diberi bingkisan yang isinya sabun pembersih, dan pommad. Hehee.. lumayan lah, bisa gak beli minyak rambut buat bulan depan.

Naahhhhhhhhhh… disini lah dramanya dimulai… jrengg.. jrenggg….

Kelas selesai jam 12 lebih 5 menit dimana garim di mesjid juga sudah memanggil untuk sholat jumat, jadwal tes PNS jam 2 siang, sementara masih berada di sendik (tempat pendidikan) dan belum berada di lokasi tes yang berada di UNP (universitas negeri padang) dimana jarak dari sendik ke unp sekitar +- 12 km. Haduuhh, bikin pusing kepala nih

Langsung bergerak cepat ketika keluar dari kelas kecantikan, menuju kamar, baju hitam putih untuk tes langsung buru-buru saya masukkan ke tas beserta sepatu, dan saya titip izin ketua kelompok dengan alasan… yaaa apalagi kalau bukan sakit. Haha berani sekali saya.

Alhasil jam 12 lebih 10 menit saya sudah berada di luar sendik dengan jurus endapan maut, entah gimana saya bisa keluar ala-ala agen CIA seperti di film2 hollywood. Setelah sempat di tolak 1 driver alhamdulilah langsung dapat sama gojek yang kedua, dan alhamdulilah juga gojeknya tidak ngaret. Hmm rencana awal yang disusun saya masih bisa beranggapan untuk sholat jumat sesampai di UNP meski nanti juga akan telat ketika sampai di UNP.

cerita selanjutnya : Day 8 - Pengalaman Ikut Tes CPNS 2019 Saat Masih Pendidikan di BRI (bagian 2)

Belum ada Komentar untuk "Day 8 - Pengalaman Ikut Tes CPNS 2018 Saat Masih Pendidikan di BRI (bagian 1)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel