Day 8 - Pengalaman Ikut Tes CPNS 2018 Saat Masih Pendidikan di BRI (bagian 2)

Jumat, 09 November 2018 - Setelah berdiskusi dengan kang gojeknya, kami memilih rute Khatib Sulaiman yang dirasa akan lebih cepat bisa sampai ke UNP. Sesampai di UNP haduuhhhh.. ternyata waktu Jumat sudah habis, jamaah udah keluar semua, yah ada rasa bersalah dalam hati saya tidak bisa menunaikan sholat jumat, saya ingin memminta lulus PNS kepada Allah, tetapi perintahnya saja masih saya lalaikan? Astagfirullah hallazim, ampuni hambamu ya rabb. (baca artikel sebelumnya : Day 8 - Pengalaman Ikut Tes CPNS 2019 Saat Masih Pendidikan di BRI (bagian 1)
suasana antri saat registrasi
Melihat kondisi seperti itu, saya langsung menuju WC mesjid untuk mengganti pakaian hitam putih yang sudah saya siapkan di dalam tas. Wah, ternyata tidak semudah yang diduga, wcnya pun juga antri, ya, jadi sedikit bersabar, rasa hati juga gak karuan, mana mau tes, baju belum diganti, lokasi tes belum ketemu, sholat jumat ketinggalan, dan ditambah lagi ketika ngantri di WC, bima (ketua kelas saat pendidikan) mengabari lewat w.a jika saya harus membuat surat izin sakit.

Whatt???

Ya, ampun.. perasaan kemarin teman-teman yang lain izin sakit, fine2 aja.. lalu kenapa saya harus dimintai surat? Haduuhhh masalah apalagi ini ya Allah? Hmm saya langsung saja w.a Fiki untuk sambil mengirim screenshoot chat sama bima, dan minta bantu Fiki untuk membuatkan surat izin sakit. Hehe alhamdulilah fiki nya mau, wah, ini emang teman paling the best lah, mau membantu saat temannya sedang kesulitan. Hehe.. makasih iki…

Masalah izin selesai, yang ditunggu-tunggu pun akhirnya keluar, ya siapa lagi klu bukan orang yang di dalam wc. Hehe saya masuk, ganti baju, buang air kecil, dan taraaaaa… style sudah siap menjadi peserta tes cpns.
belum ujian, udah gerah duluan
Saat siap-siap pakai sepatu di teras mesjid, biar tegangnya agak kurang, saya sapa aja sesama peserta tes juga sepertinya,yang juga sedang pakai sepatu duduk di sebelah saya… namanya Rizki. Setelah berbicara beberapa saat, eh ternyata dia SMA di kampung halaman saya, di SMA 1 Basa Ampek Balai Tapan. Wah tambah senang lah ya, dapat teman, satu kampung lagi, walaupun saya gak tau karena saya gak SMA di tapan dulu, dan diapun adek letting 2 tahun di bawah saya.

Hmmm, kami berdua bergegas menuju gedung hospitality UNP dan pesertanya bukan main banyaknya.. untuk registrasi terdapat 4 kelompok besar berbanjar ke belakang yang antusia melakukan proses pendaftaran. Saya masuk ke kelompok ke 4 di urutan 4000an, karena nomor pendaftaran saya 4389. Lama saya berdiri akhirnya saya pun berangsur ke posisi depan, tanda tangan absen sembari petugasnya memintai KTP dan melihat kecocokan KTP dengan kartu pendaftaran yang saya bawa, dan terlihat mencocokan foto KTP dengan wajah saya. Hahaha, mungkin agak beda kali ya, karena di foto KTP itu 6 tahun yang lalu.
beberapa peserta sesi sebelumnya masih ada juga yang belum pulang
 Setelah verifikasi usai, tangan saya di stempel sebagai tanda sahnya verifikasi tadi dan langsung menuju tempat penitipan barang. Semua barang bawaan, tidak boleh di bawa ketempat ujian, termasuk barang logam seperti anting, ikat pinggang, uang, pokoknya semua hal yang bersifat logam.

Saya hanya membawa kartu ujian, ktp, dan tiket penitipan barang guna mengambil tas saya nantinya. Urusan di tempat penitipan selesai, sebelum masuk ruang tunggu saya dan peserta tes lainnya di periksa lagi menggunakan metal detector, waw…. luar biasa bukan? Haha, sudah berasa seperti teroris, hehee, usai diperiksa seprtinya aman-aman saja, toh memang memang tidak ada metal yang melekat di badan saya haahaha

Pemeriksaan metal selesai, dan sekarang kami di ruang tunggu. Di ruang tunggu kami di hadapkan dengan layar proyektor besar dan kursi yang banyak sudah saling berhadapan. Saya dan peserta lainya diwajibkan menonton video panduan untuk ujian CAT, bagaiamana tata cara ujainnya, cara penggunaan, ketentuan, dan hal lainnya. Mungkin 3 menit pertama saja saya memperhatikan, dan setelah itu ogah-ogahan hahaa.. eh, langsung ada instruksi bagi yang udah nonton video panduan lagsung ke lantai 4 untuk memulai ujian. Dan disinilah saya agak mulai deg2an hehee… saya takut tidak lulus, tapi saya berusaha rileks saja, karena logika masih kuat mengalahkan perasaan, saya berpikir jika cemas malah itu  yang membuat saya jadi susah berpikir jernih, soal yang mudah, karena cemas eh malah jadi sulit.
kartu ujian, dan hasilnya masih belum beruntung
Akhirnya saya sampai di meja ujian, dengan laptop dan mouse di depan saya seakan sudah memanggil saya untuk mengerjakan ujian. Sebelum memulai, saya berdoa dengan khusuk meminta kelapangan hati kepada Allah SWT agar membukakan hati dan pikiran saya dalam menjawab soal, dan bisa menerima apapun hasilnya nanti.

Setelah login saya langsung menuju soal no 67 seperti tips2 yang beredar di internet, dengan mengerjakan TKP terlebih dahulu. Hmmm melihat soal2 TKP jawabannya memang meragukan semua, dan saya berusaha juga tetap tenang dan logis dalam menjawab soal. Cukup panjang soalt TKP, dan akhirnya selesai sudah 35 soal saya jawab. Lalu berikutnya saya langsung memilih soal Tes Wawasan Kebangsaan, hmm disini saya agak kesulitan, mengenai sejarah, tapi untung soalnya masih umum, jadi jika dibaca agak detail sedikit dan dengan sedikit intuisi yang bagus saya pun bisa menjawab semua soal TWK meskipun ada 1,2 soal saya tidak tahu sama sekali jawabannya. Hehehe….

Dan setelah selesai, saya masu ke soal Tes Intelejensi Umum (TIU). Wah, ini mah soal favorit saya dan tanpa menemui masalah yang berarti saya bisa menyelesaikan soal logika matematika yang memang sangat saya sukai.

100 soal telah selesai di jawab. Waktu saya masih tersisa 12 menit, hmm saya kembali mengkoreksi jawab TWK, karena saya banyak yang ragu dengan jawaban sejarah dan undang-undang. Perlahan saya cross cek sampai waktu habis, dan 1 menit terakhir saya berdoa kepada Allah,

“Ya Allah, jika memang diriMu menginginkan aku untuk menjadi PNS, maka lapangkanlah jalan ku, karena sungguh Engkau yang maha mengetahui segala sesuatu”… semuanya sudah saya ikhlaskan kepada Allah SWT.
Saya menunggu timer waktu di monitor saya,
10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, ……1 dan nilai saya yang muncul.. hmmmm agak sedikit terbelalak mata ini dibuatnya.. dan saya menarik napas panjang di dalam dada, mungkin ini sudah yang terbaik, dan saya yakin, untuk formasi yang saya ambil, besar kemungkinan saya adalah pemuncak di antara saingan-saingan saya. Meksipun nilai saya tidak lulus, tapi saya yakin besar kemungkinan saya masih ada peluang. Sebelumnya saya jelaskan dulu passing grade yang dinyatakan lulus ujian.

TWK : 80
TIU : 80
TKP : 143

Dan nilai yang saya dapat adalah

TWK : 100
TIU : 120
TKP : 138

Hmmm,, ya miris memang, hanya kurang 5 poin lagi, haduuhh.. coba tadi saya koreksi yang TKP, mungkin akan beda hasil, eh ini malah TWK yang saya koreksi dengan sisa waktu yang ada. Hehe sudahlah saya tidak ingin terlalu mengguruti, toh tidak akan bisa mengembalikan hasilnya, mungkin ini memang yang terbaik di berikan Allah untuk saya, toh hasilnya juga gak buruk2 amat kan. Dengan semangat yang mulai turun saya keluar dari gedung, dan langsung menelfon tiwi dan minta di jemput. 15 menit kemudian tiwi datang dengan motor mio putihnya, menyapa dengan senyuman hangat dan langsung tersenyum sembari memberi semangat… hmm tiwi memang selalu bisa membuatku nyaman, dan kami pun pulang dengan membawa sebungkus gorengan.


JANGAN ketinggalan cerita selanjutnya : Day 9 - Muncul Ide BRILIAN untuk BRI

Belum ada Komentar untuk "Day 8 - Pengalaman Ikut Tes CPNS 2018 Saat Masih Pendidikan di BRI (bagian 2)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel