Papa Masuk Rumah Sakit

Jumat, 28 September 2018 06.31 am - Halo semua, pendidikan sudah selesai, dan saya tidak sempat menceritakan tentang hari terakhir di pendidikan tersebut. Dan disinilah saya pada hari jumat.

Singkat cerita setelah pendidikan selesai, saya mendengar kabar kurang bagus, yaitu ayah/papa masuk rumah sakit lagi. Dan setelah mendengar kabar, hari kamis pagi saya langsung berangkat dari Kota Padang, menuju Painan tempat dimana ayah saya di rawat. (baca juga artikel sebelumnya : Pendidikan di Hari Kedua Belajar Lebih Dalam Tentang Perbankan )
kamis pagi, perjalanan menuju Painan
Perjalanan dari padang ke painan entah kenapa saya rasa cukup lama sekali, bus saya berangkat jam 08.30 pagi, dan sampai disini jam 11.30 siang. Yaa, hampir memakan waktu 3 jam perjalanan. Memang bus yang saya tumpangi tidak terlalu cepat, memang agak santai jalannya.

Sampai di rumah sakit, saya bertemu papa dalam kondisi yang agak lemah dari biasanya. Magh akut beliau kambuh lagi dan diiringi dengan mual-mual. Disana ada tentunya ada mama yang mendampingi, bersama tante yani (adik kandung mama). Melihat kedatangan saya, bisa saya rasakan jika aura wajah papa agak cerah, tau anak sulungnya datang. Ini bukan kali pertama, ini sudah kedua kali papa masuk rumah sakit, baru seminggu yang lalu papa keluar, dan belum sampai seminggu di rumah, papa sudah kembali lagi kesini, dengan kamar yang sama tetapi penyakit yang berbeda.

Kali pertama papa masuk rumah sakit karena demam yang tak kunjung sehat, dan ternyata beliau terindikasi malaria dan demam berdarah dan berakhir seminggu penuh beliau dirawat di rumah sakit. Setelah seminggu di rumah sakit, alhamdulillah beliau sudah di izinkan dokter pulang dengan syarat rawat jalan dan rutin kontrol ke rumah sakit ini. Jarak rumah saya dari rumah sakit ini, juga cukup jauh sekitar 140 km sekitar 2 jam perjalan jika dengan kecepatan tinggi. Jadi bisa dibayangkan betapa melelahkan perjalanan kami untuk menuju rumah sakit.
papa terbaring lemah, di rawat di rumah sakit
Belum genap seminggu (sekitar 5 harian), papa merasakan mual kembali di perutnya. Memang kemarin di rumah sakit, papa juga sering muntah-muntah di iringi mual di karenakan beliau punya riwayat sakit magh akut. Awalnya mama membawa papa ke rumah sakit terdekat dari rumah yang hanya berjarak 4km dari rumah. Setelah dilakukan tindakan medis kurang lebih selama satu jam, akhirnya mama dan keluarga yang lain pada saat itu, memutuskan untuk membawa papa kembali ke rumah sakit di kota Painan. Saya waktu itu sedang mengikuti pendidikan jadi tidak diberitahu tentang kondisi Papa. Waktu itu kejadian papa dibawa ke painan pada hari rabu tgl 26 September 2018 sekitar pukul 12.00. Pada hari rabu saya masih menjalani pendidikan, memang ada miscall berkali-kali dari adik saya yang bungsu, dan tidak sempat saya angkat karena saya berada di dalam ruangan. Setelah istirahat siang, saya telfon balik tidak ada respon.

Ketika pendidikan selesai pada rabu sore, saya menelfon kembali adik saya tentang perihal tadi siang. Saya juga heran kenapa dia bisa miscall sebanyak itu, tidak biasanya dia seperti itu dan barulah saya tau jika orang tua masuk rumah sakit kembali. Mendengar hal tersebut, saya masih bersikap tenang, dan tidak panik, saya berpikir pasti magh beliau kambuh lagi, dan saya tau jika penderita penyakit magh memang begitu gejalanya. Saya memutuskan untuk bermalam di padang, dan kamis pagi saya langsung pesan mobil ke Painan. Dan disini lah saya sekarang, menemani mama menunggu papa. Saya selalu berdoa agar papa diberi kesembuhan dari sakitnya.

Pagi ini (jumat), tadi sekitar jam 6 beliau minta minum air putih, dimana sejak tadi malam beliau kehilangan suaranya, dan saya yang memberikan air bisa melihat, betapa lemahnya kondisi beliau. Papa yang dulu tegap, dan segar sekarang harus terbaring lemah di rumah sakit.. memang sejak saya kecil, baru ini saya melihat papa sakit parah seperti ini, sungguh menyedihkan bagi saya melihat kondisi papa seperti ini.

Saya berharap papa cepat diberi kesembuhan.

Mungkin itu dulu tulisan untuk pagi ini, nanti jika ada waktu saya sambung lagi.
malamnya saya nonton bola di kamar, sambil menjaga papa
Jangan ketinggalan cerita selanjutnya : Day 1 - Dipanggil Pendidikan di Sendik BRI Padang Untuk Yang Kedua Kalinya

Belum ada Komentar untuk "Papa Masuk Rumah Sakit"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel